Data-Driven Decision Making: 7 QC Tools untuk Semua Profesi
Dalam hidup sehari-hari termasuk dalam dunia kerja, kita harus membuat keputusan. Banyak orang membuat keputusan berdasarkan intuisi (naluri), atau kebiasaan selama ini, atau ikut orang lain. Ketika hasil penjualan turun, solusinya adalah berikan diskon atau promo. Keputusan dilakukan tanpa data dan analisa.
Bagaimana membuat keputusan berbasis data (Data-Driven Decision Making)? Itu kunci sukses bagi semua profesi. Ada berbagai tools (metoda) dalam melakukan analisa data dan keputusan, salah satunya adalah 7 QC Tools. Ini adalah tools sederhana namun powerful, membantu Anda membuat keputusan yang lebih akurat, meningkatkan efisiensi kerja, dan menyelesaikan masalah dengan pendekatan sistematis.
Untuk itu, Yayasan Auxano Indonesia Muda, akan menyelenggarakan training gratis dengan topik " Data-Driven Decision Making: 7 QC Tools untuk Semua Profesi” pada hari Sabtu, 12 April 2025, Pkl 09.30 – 12.00 WIB.
Sharing akan di bawakan oleh Bp. Bakti Siregar, M.Sc., CDS. adalah Dosen Sains Data di ITSB (Institut Teknologi Sains Bandung) dan Data Scientist berpengalaman. Lulusan National Sun Yat-Sen University, Taiwan, dengan keahlian dalam analitik data besar, machine learning, serta pemrograman R dan Python. Mahir dalam basis data (MySQL, Spark, Hadoop) dan analitik bisnis (Tableau, Power BI). Bp. Bakti Siregar pernah bekerja di Asuransi Sinar Mas, MPM Finance, Samora Group (PT. Andalan Furnindo), Universitas Matana dan saat ini di ITSB. Beliau juga aktif sebagai pemateri profesional, di beberapa lembaga dan memiliki sertifikasi Certified Data Scientist (CDS) dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu data di berbagai industry.
Topik yang akan dibawakan antara lain 1. Pengenalan Data-Driven Decision Making 2. Pengenalan 7 QC Tools 3. Penerapan 7 QC Tools Menggunakan Excel 4. Diskusi
Training ini GRATIS dan terbuka untuk semua kalangan khususnya para pelajar, mahasiswa, pencari kerja, karyawan, pengusaha / entrepreneur dan pensiunan, atau siapa saja yang tertarik belajar 7 QC Tools sebagai bagian dari Data-Driven Decision Making:
Untuk mendapatkan sertifikat training, wajib mendaftar dulu. Bisa dengan daftar lewat Auxano Connect. Download dan install dari Play Store atau bisa dengan daftar ke link berikut ini :
Di ruang operasi rumah sakit, ada banyak situasi yang tidak terlihat oleh orang awam. Dokter, perawat, dan seluruh tim medis harus bekerja dengan tenang di tengah suasana yang penuh risiko dan ketidakpastian. Kondisi pasien bisa berubah tiba-tiba. Bagaimana tetap fokus dan tidak panik. Sedikit saja kehilangan fokus atau emosi yang tidak terkendali dapat berdampak besar terhadap keselamatan pasien.
Di tengah dunia yang berubah cepat, banyak orang sibuk menjalani aktivitas tetapi kehilangan arah hidup yang jelas. Banyak anak muda merasa bingung menentukan tujuan, mudah terpengaruh tren, kehilangan semangat, bahkan merasa tidak cukup baik ketika membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Di sisi lain, tekanan ekonomi, perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan persaingan hidup membuat banyak orang hidup sekadar rutinitas dan bertahan.
Kisah HP Nokia yang kalah dan hilang dari peredaran menjadi kisah yang dibahas. Anak Gen Z dan Alpha sudah hanya cerita tentang Nokia. Hal yang sama terjadi pada kamera Kodak, teh Sariwangi, 7 Eleven, Jamu Nyonya Meener, dan banyak lain. Kampus yang dulu terkenal dan ramai, sudah makin sepi dan mau tutup. Perubahan itu pasti, teknologi, dunia kerja, dan persaingan bergerak begitu cepat.
Banyak anak muda hari ini hidup dalam berbagai keterbatasan, baik dari sisi ekonomi, akses pendidikan, lingkungan, maupun kesempatan. Situasi ini terjadi di kota, desa, termasuk pelosok Indonesia. Merasa tidak punya modal. Tidak ada “orang dalam”. Bukan paling pintar atau jenius dan sebagainya. Tidak sedikit yang merasa kecil, ragu untuk bermimpi, dan memilih berhenti sebelum mencoba.
Banyak anak muda hari memiliki cita-cita, ide kreatif, dan semangat besar untuk memulai usaha, tapi berhenti di tengah jalan. Banyak faktor penyebab, salah satu tidak tahu bagaimana mengubah “purpose” menjadi bisnis yang berkelanjutan. Ada yang terjebak pada tren sesaat, ikut-ikutan, atau hanya fokus pada “viral” tanpa fondasi yang kuat. Akibatnya, usaha tidak bertahan, tidak menghasilkan, bahkan menimbulkan kelelahan dan kekecewaan.