Penggunaan internet sudah begitu dalam masuk dalam berbagai aspek hidup manusia. Pandemi Covid-19 yang membuat banyak pembatasan fisik, “memaksa” manusia untuk berubah. Transaksi online meningkat drastis. Jual dan beli barang dan jasa, dari makanan, pakaian, dan segala hal. Belajar online, konsultasi, training, dan seterusnya. Ada orang yang pasif hanya menjadi penonton atau konsumen. Tapi banyak orang yang memanfaatkan secara aktif, bagaimana internet dipergunakan dalam bisnis dan termasuk layanan umum.
Apakah Anda familiar dengan teknologi smart home? Teknologi ini memungkinkan Anda mengontrol berbagai perangkat di rumah Anda lewat smartphone.
Semua kemudahan itu bisa Anda nikmati berkat Internet of Things (IoT). IoT menghubungkan berbagai perangkat melalui internet. Dengan begitu, Anda bisa mengendalikannya di mana saja dan kapan saja untuk memudahkan keseharian.
Apa itu IoT? Bagaimana cara kerjanya? Apa manfaat untuk kita? serta contoh dan penerapannya. kita akan membahasnya secara lengkap bersama pakarnya. Yuk daftar trainingnya!
Di tengah dunia kerja dan bisnis yang makin kompetitif, cepat, dan berbasis teknologi, banyak orang terjebak sekedar “ikut tren”. Dia tidak memahami bagaimana proses nyata di balik logistik, sistem teknologi, dan pengambilan keputusan bisnis berjalan. Keberhasilan perusahaan (baik startup, UMKM, maupun korporasi besar) sangat ditentukan oleh flow yang rapi.
Di era digital yang transparan dan serba cepat, kepercayaan menjadi aset paling berharga bagi organisasi maupun individu, termasuk bagi anak muda Indonesia. Integrated Communications penting karena memastikan pesan yang disampaikan konsisten, autentik, dan selaras antara kata dan tindakan di berbagai pihak dan situasi. Tanpa integrasi, komunikasi sepotong, tidak lengkap dan tidak konsistensi. Hal itu bisa merusak nama baik dan meruntuhkan kepercayaan
Anak muda Indonesia saat ini hidup di tengah tekanan dan persaingan dalam dunia pendidikan, kerja atau usaha. Ketidakpastian ekonomi, perubahan teknologi yang cepat, serta ekpektasi yang selalu juga berubah. Banyak anak muda cerdas dan potensial, tetapi mudah lelah mental, cepat menyerah bahkan kehilangan arah.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berkorelasi negatif dengan kepercayaan diri remaja. Semakin sering menggunakan media sosial, semakin rendah (turun) kepercayaan dirinya.
Perbandingan sosial (social comparison) lewat Instagram memiliki korelasi kuat dengan self-esteem yang rendah pada remaja pengguna aplikasi tersebut.