Smart Flow, Smart Growth : Logistik, Teknologi, dan Strategi Bisnis di Dunia Nyata
Di tengah dunia kerja dan bisnis yang makin kompetitif, cepat, dan berbasis teknologi, banyak orang terjebak sekedar “ikut tren”. Dia tidak memahami bagaimana proses nyata di balik logistik, sistem teknologi, dan pengambilan keputusan bisnis berjalan. Keberhasilan perusahaan (baik startup, UMKM, maupun korporasi besar) sangat ditentukan oleh flow yang rapi. Bagaimana barang bergerak, data dikelola, dan strategi dieksekusi secara terintegrasi. Supaya kita bisa memanfaatkan peluang dan terhindar dari kerugian.
Smart Flow, Smart Growth menjadi topik yang penting tentang dunia kerja sesungguhnya, bukan sekadar teori. Bagaimana memahami logistik, teknologi, dan strategi bisnis yang saling terhubung, agar bisa mengambil keputusan yang tepat sesuai pekerjaan masing-masing.
Untuk itu, Yayasan Auxano Indonesia Muda, akan menyelenggarakan training gratis dengan topik
“Smart Flow, Smart Growth : Logistik, Teknologi, dan Strategi Bisnis di Dunia Nyata” pada hari Sabtu, 14 Feb 2026, Pkl 09.30 – 12.00 WIB.
Sharing akan dibawahkan oleh Bapak Jimmi Krismiardhi, saat ini adalah Senior Vice President of Operations PT Tri Adi Bersama (Anteraja). Bp. Jimmi adalah profesional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun memimpin operasi, transformasi bisnis, dan pengembangan sistem logistik skala nasional. Pernah menjadi Managing Director PT Adib Cold Logistics , Vice President Pandu Logistics,. Beliau juga aktif berkontribusi dalam perumusan kebijakan logistik nasional dan standar kompetensi SDM melalui peran strategisnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, serta menjabat Wakil Ketua ALDEI dan ASPERINDO.
Materi yang akan dibawakan antara lain : 1. Memahami bagaimana logistik, teknologi, dan strategi bisnis. 2. Mempelajari cara berpikir sistematis dan berbasis data 3. Mengembangkan mindset problem solver 4. Sharing pengalaman dan studi kasus nyata. 5. Tanya jawab
Training ini GRATIS dan terbuka untuk semua kalangan, pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha / entrepreneur, pekerja sosial, ibu rumah tangga atau atau siapa saja yang ingin belajar tentang “logistik, teknologi & strategi”
Untuk mendapatkan sertifikat training, wajib mendaftar dulu ke link berikut ini
Di tengah dunia yang berubah cepat, banyak orang sibuk menjalani aktivitas tetapi kehilangan arah hidup yang jelas. Banyak anak muda merasa bingung menentukan tujuan, mudah terpengaruh tren, kehilangan semangat, bahkan merasa tidak cukup baik ketika membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Di sisi lain, tekanan ekonomi, perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan persaingan hidup membuat banyak orang hidup sekadar rutinitas dan bertahan.
Kisah HP Nokia yang kalah dan hilang dari peredaran menjadi kisah yang dibahas. Anak Gen Z dan Alpha sudah hanya cerita tentang Nokia. Hal yang sama terjadi pada kamera Kodak, teh Sariwangi, 7 Eleven, Jamu Nyonya Meener, dan banyak lain. Kampus yang dulu terkenal dan ramai, sudah makin sepi dan mau tutup. Perubahan itu pasti, teknologi, dunia kerja, dan persaingan bergerak begitu cepat.
Banyak anak muda hari ini hidup dalam berbagai keterbatasan, baik dari sisi ekonomi, akses pendidikan, lingkungan, maupun kesempatan. Situasi ini terjadi di kota, desa, termasuk pelosok Indonesia. Merasa tidak punya modal. Tidak ada “orang dalam”. Bukan paling pintar atau jenius dan sebagainya. Tidak sedikit yang merasa kecil, ragu untuk bermimpi, dan memilih berhenti sebelum mencoba.
Banyak anak muda hari memiliki cita-cita, ide kreatif, dan semangat besar untuk memulai usaha, tapi berhenti di tengah jalan. Banyak faktor penyebab, salah satu tidak tahu bagaimana mengubah “purpose” menjadi bisnis yang berkelanjutan. Ada yang terjebak pada tren sesaat, ikut-ikutan, atau hanya fokus pada “viral” tanpa fondasi yang kuat. Akibatnya, usaha tidak bertahan, tidak menghasilkan, bahkan menimbulkan kelelahan dan kekecewaan.
Focused & Fearless: Produktif Tanpa Tertekan, Sukses Tanpa Kehilangan Tujuan
Di tengah tuntutan hidup dan pekerjaan yang semakin tinggi, banyak orang terjebak dalam tekanan, kelelahan mental, dan kehilangan arah. Produktivitas sering diukur hanya dari hasil, tanpa memperhatikan proses dan kondisi diri. Akibatnya, banyak yang terlihat “sibuk”, tetapi sebenarnya tidak benar-benar bertumbuh, bahkan kehilangan makna dan tujuan hidup.