Pertumbuhan Bisnis Melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Cuaca panas melanda hampir seluruh wilayah Indonesia belakangan ini. Di beberapa kota, suhu sampai mencapai sampai lebih 38 Celcius. Pemanasan global menjadi salah satu isu terbesar dunia saat ini. Pada tahun 2070, diperkirakan Indonesia akan menjadi salah satu negara yang paling terdampak pemanasan global.
Salah satu upaya penanggulangan adalah mengurangi emisi rumah kaca dan dekarbonisasi ekonomi, yang membutuhkan kerjasama banyak pihak. Banyak pihak menganggap bahwa ESG (Enviroment, Social & Governance) itu adalah beban. Padahal itu bisa jadi peluang untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Bagaimana cara menerapkan peduli pada lingkungan dan tanggung jawab sosial, namun tetap bertumbuh secara bisnis?
Di tengah dunia kerja dan bisnis yang makin kompetitif, cepat, dan berbasis teknologi, banyak orang terjebak sekedar “ikut tren”. Dia tidak memahami bagaimana proses nyata di balik logistik, sistem teknologi, dan pengambilan keputusan bisnis berjalan. Keberhasilan perusahaan (baik startup, UMKM, maupun korporasi besar) sangat ditentukan oleh flow yang rapi.
Di era digital yang transparan dan serba cepat, kepercayaan menjadi aset paling berharga bagi organisasi maupun individu, termasuk bagi anak muda Indonesia. Integrated Communications penting karena memastikan pesan yang disampaikan konsisten, autentik, dan selaras antara kata dan tindakan di berbagai pihak dan situasi. Tanpa integrasi, komunikasi sepotong, tidak lengkap dan tidak konsistensi. Hal itu bisa merusak nama baik dan meruntuhkan kepercayaan
Anak muda Indonesia saat ini hidup di tengah tekanan dan persaingan dalam dunia pendidikan, kerja atau usaha. Ketidakpastian ekonomi, perubahan teknologi yang cepat, serta ekpektasi yang selalu juga berubah. Banyak anak muda cerdas dan potensial, tetapi mudah lelah mental, cepat menyerah bahkan kehilangan arah.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berkorelasi negatif dengan kepercayaan diri remaja. Semakin sering menggunakan media sosial, semakin rendah (turun) kepercayaan dirinya.
Perbandingan sosial (social comparison) lewat Instagram memiliki korelasi kuat dengan self-esteem yang rendah pada remaja pengguna aplikasi tersebut.