Mengapa Orang yang Dipercaya Selalu Memiliki Lebih Banyak Kesempatan
Di dunia kerja maupun dunia usaha, kemampuan saja tidak lagi cukup. Tapi perlu ada kesempatan dan untuk itu perlu dipercaya. Banyak orang yang pintar, tetapi tidak semua mendapatkan kesempatan. Mengapa? Karena kesempatan paling sering diberikan kepada orang yang dipercaya. Kepercayaan adalah "mata uang" yang membuka pintu promosi, proyek penting, kepemimpinan, bahkan relasi yang membawa seseorang bertumbuh lebih cepat
Bagaimana kita bisa dipercaya? Apa kaitan antara karakter, integritas, komunikasi, dan kebiasaan kerja yang membuat seseorang dipercaya? Hal seperti ini perlu dipelajari termasuk oleh anak muda Indonesia. Agar memiliki keunggulan bukan hanya dari kemampuan, tetapi juga dari kualitas diri yang membuat mereka terus dicari, diberi kesempatan, dan bertumbuh dalam karier maupun kehidupan.
Untuk itu, Yayasan Auxano Indonesia Muda akan menyelenggarakan training gratis dengan topik " Mengapa Orang yang Dipercaya Selalu Memiliki Lebih Banyak Kesempatan” pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, Pkl 09.30 – 12.00 WIB.*
Sharing akan dibawakan oleh Bapak Andri Simbolon, saat ini adalah Head of Business Support di TIS Petroleum Asia Group. Pak Andri, adalah seorang profesional dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di berbagai industri, mulai dari manufaktur, teknologi informasi, telekomunikasi, hiburan, hingga minyak dan gas. Pernah bekerja di berbagai perusahana PT Astra International, Hewlett-Packard (HP), Nokia, Hess Indonesia dan Saka Energi Indonesia.
Topik yang akan dibawakan adalah 1. Integritas dalam keputusan sehari-hari 2. Menjaga komitmen dan konsistensi 3. Komunikasi yang membangun kepercayaan 4. Profesionalisme di era digital 5. Menjadi karyawan yang layak dipromosikan dan Tanya Jawab
Training ini GRATIS dan terbuka untuk semua kalangan, pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha / entrepreneur, pekerja sosial, ibu rumah tangga atau atau siapa saja yang ingin terus belajar
Lulus kuliah adalah awal perjalanan karier. Peluang kerja kini dapat datang dari perusahaan, proyek, dan jaringan profesional di berbagai negara. Namun, bagaimana mempersiapkan diri agar mampu meraih peluang tersebut? Karier global tidak selalu dimulai dengan bekerja di luar negeri. Pengalaman bekerja sama dengan tim lintas budaya, kemampuan berkomunikasi, kemauan belajar, dan keberanian mengambil tanggung jawab dapat menjadi bekal sejak awal karier.
Enam tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Enam tahun adalah cerita tentang keberanian untuk terus bertumbuh, melampaui keterbatasan, menghasilkan karya, dan memberikan dampak bagi sesama. Kami para pengurus, pembicara dan volunteer Auxano sudah mengalami proses itu sejak awal Auxano berdiri di masa pandemi Covid-19
Kita hidup di era perubahan cepat, bahkan eksponensial. Teknologi, AI (Artificial Intelligence), ekonomi, model bisnis, dan cara manusia bekerja berubah semakin cepat dan saling memengaruhi. Kebutuhan jenis pekerjaan terus berubah, kompetensi baru bermunculan, dan ada berbagai peluang bisnis yang tidak terpikirkan sebelumnya. Di tengah perubahan ini, tantangannya bukan sekadar mengikuti perkembangan, tetapi mampu membaca perubahan, beradaptasi, dan menemukan peluang di dalamnya.
Anak muda (termasuk pelajar & mahasiswa) akan memasuki dunia kerja yang sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, digitalisasi, dan perubahan teknologi yang begitu cepat telah mengubah kebutuhan dunia industri. Gelar akademik saja tidak lagi cukup.
Di era AI dan perubahan yang begitu cepat, sukses tidak hanya ditentukan oleh IPK atau kemampuan teknis. Karakter yang kuat, kompetensi yang terus berkembang, dan karya yang berdampak menjadi kunci untuk tetap relevan di dunia kerja.