Tumbuh Di Tengah Tantangan - 1 Tahun Auxano Berbakti Bagi Negeri
Ketika ada tantangan, banyak orang yang merosot, mundur bahkan “hilang”dari peredaran. Jangankan bertumbuh, sekedar bertahan saja tidak mudah. Itu yang umum terjadi dan dipikirkan banyak orang.
Tema HUT Ke-76 RI, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh Bagaimana bisa bertumbuh di tengah tantangan? Apakah itu hanya mimpi atau teori?
Ide pembentukan Yayasan Auxano Indonesia Muda mulai muncul sejak Mei 2020 ( 3 bulan setelah pandemi). Dimulai dari sebuah kegelisahan, ketika tidak bisa lagi pergi sharing, mengajar atau pelayanan seperti sebelum Covid-19. Lalu muncul ide mendirikan yayasan, dan melalui banyak proses akhirnya diluncurkan 12 September 2020 lalu.
Auxano didirikan di tengah pandemi, dengan segala persoalan dan tantangannya. Mulai dari ide, mengajak orang-orang, mewujudkannya dengan “dana, tenaga dan waktu” yang terbatas.
Tidak terasa Auxano akan usia 1 tahun. Dalam usia masih muda, Auxano sudah berupaya memberikan kontribusi bagi negeri tercinta Indonesia. Sejauh ini sudah ada 22 kali training dengan peserta makin beragam dari berbagai suku, agama, pendidikan, pekerjaan, dll dari seluruh pelosok Indonesia. Peserta pernah sampai lebih 600 orang dalam satu training. Juga ada kegiatan sosial dalam mendirikan PAUD di pelosok.
Sebagai ucapan syukur dan menambah semangat berkarya, Auxano akan mengadakan Acara ”1 Tahun Auxano Berbakti Bagi Negeri” dengan tema “Tumbuh di Tengah Tantangan”, pada hari Sabtu, 11 September 2021. Pukul 09.30 - 11.30 WIB
Sharing dalam acara ini akan dibawakan oleh Bapak Pambudi Sunarsihanto MSC, MBA (Human Resources Director Blue Bird Group).
Bapak/Ibu/Rekan-rekan kami undang untuk ikut bergabung pada
Di tengah dunia yang berubah cepat, banyak orang sibuk menjalani aktivitas tetapi kehilangan arah hidup yang jelas. Banyak anak muda merasa bingung menentukan tujuan, mudah terpengaruh tren, kehilangan semangat, bahkan merasa tidak cukup baik ketika membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Di sisi lain, tekanan ekonomi, perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan persaingan hidup membuat banyak orang hidup sekadar rutinitas dan bertahan.
Kisah HP Nokia yang kalah dan hilang dari peredaran menjadi kisah yang dibahas. Anak Gen Z dan Alpha sudah hanya cerita tentang Nokia. Hal yang sama terjadi pada kamera Kodak, teh Sariwangi, 7 Eleven, Jamu Nyonya Meener, dan banyak lain. Kampus yang dulu terkenal dan ramai, sudah makin sepi dan mau tutup. Perubahan itu pasti, teknologi, dunia kerja, dan persaingan bergerak begitu cepat.
Banyak anak muda hari ini hidup dalam berbagai keterbatasan, baik dari sisi ekonomi, akses pendidikan, lingkungan, maupun kesempatan. Situasi ini terjadi di kota, desa, termasuk pelosok Indonesia. Merasa tidak punya modal. Tidak ada “orang dalam”. Bukan paling pintar atau jenius dan sebagainya. Tidak sedikit yang merasa kecil, ragu untuk bermimpi, dan memilih berhenti sebelum mencoba.
Banyak anak muda hari memiliki cita-cita, ide kreatif, dan semangat besar untuk memulai usaha, tapi berhenti di tengah jalan. Banyak faktor penyebab, salah satu tidak tahu bagaimana mengubah “purpose” menjadi bisnis yang berkelanjutan. Ada yang terjebak pada tren sesaat, ikut-ikutan, atau hanya fokus pada “viral” tanpa fondasi yang kuat. Akibatnya, usaha tidak bertahan, tidak menghasilkan, bahkan menimbulkan kelelahan dan kekecewaan.
Focused & Fearless: Produktif Tanpa Tertekan, Sukses Tanpa Kehilangan Tujuan
Di tengah tuntutan hidup dan pekerjaan yang semakin tinggi, banyak orang terjebak dalam tekanan, kelelahan mental, dan kehilangan arah. Produktivitas sering diukur hanya dari hasil, tanpa memperhatikan proses dan kondisi diri. Akibatnya, banyak yang terlihat “sibuk”, tetapi sebenarnya tidak benar-benar bertumbuh, bahkan kehilangan makna dan tujuan hidup.