Selama masa pandemi menimbulkan banyak kesulitan bagi pribadi, keluarga, komunitas, perusahaan bahkan negara. Ada yang menyerah, bisa bertahan dan bahkan bertumbuh.
Krisis adalah kondisi sulit, suram, genting bahkan bahaya. Inovasi adalah hal baru yang berbeda dari sebelumnya, berupa gagasan, metoda atau alat.
Situasi krisis bisa membuat orang berhenti dan menyerah, tapi bisa juga menginspirasi untuk melakukan inovasi. Banyak orang, organisasi atau perusahaan yang justru makin besar dan sukses di tengah krisis.
Di tengah masa pandemi, sudah 2 tahun Auxano berbakti bagi negeri. Menyelenggarakan 44 kali training online secara gratis dengan topik menarik dan para narasumber yang kompeten di bidangnya. Ada ratusan orang peserta yang dibangun setiap kali training.
“Crisis Inspires Innovation” adalah tema acara ULANG TAHUN AUXANO YANG KEDUA, yang diadakan pada hari Sabtu, 10 September 2022. Pukul 10.00 - 12.00 WIB
Sharing akan dibawakan oleh Bapak Suyanto Tjoeng, CEO Anteraja. Anteraja dikenal sebagai perusahaan yang bertumbuh pesat dalam waktu singkat.
Di ruang operasi rumah sakit, ada banyak situasi yang tidak terlihat oleh orang awam. Dokter, perawat, dan seluruh tim medis harus bekerja dengan tenang di tengah suasana yang penuh risiko dan ketidakpastian. Kondisi pasien bisa berubah tiba-tiba. Bagaimana tetap fokus dan tidak panik. Sedikit saja kehilangan fokus atau emosi yang tidak terkendali dapat berdampak besar terhadap keselamatan pasien.
Di tengah dunia yang berubah cepat, banyak orang sibuk menjalani aktivitas tetapi kehilangan arah hidup yang jelas. Banyak anak muda merasa bingung menentukan tujuan, mudah terpengaruh tren, kehilangan semangat, bahkan merasa tidak cukup baik ketika membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Di sisi lain, tekanan ekonomi, perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan persaingan hidup membuat banyak orang hidup sekadar rutinitas dan bertahan.
Kisah HP Nokia yang kalah dan hilang dari peredaran menjadi kisah yang dibahas. Anak Gen Z dan Alpha sudah hanya cerita tentang Nokia. Hal yang sama terjadi pada kamera Kodak, teh Sariwangi, 7 Eleven, Jamu Nyonya Meener, dan banyak lain. Kampus yang dulu terkenal dan ramai, sudah makin sepi dan mau tutup. Perubahan itu pasti, teknologi, dunia kerja, dan persaingan bergerak begitu cepat.
Banyak anak muda hari ini hidup dalam berbagai keterbatasan, baik dari sisi ekonomi, akses pendidikan, lingkungan, maupun kesempatan. Situasi ini terjadi di kota, desa, termasuk pelosok Indonesia. Merasa tidak punya modal. Tidak ada “orang dalam”. Bukan paling pintar atau jenius dan sebagainya. Tidak sedikit yang merasa kecil, ragu untuk bermimpi, dan memilih berhenti sebelum mencoba.
Banyak anak muda hari memiliki cita-cita, ide kreatif, dan semangat besar untuk memulai usaha, tapi berhenti di tengah jalan. Banyak faktor penyebab, salah satu tidak tahu bagaimana mengubah “purpose” menjadi bisnis yang berkelanjutan. Ada yang terjebak pada tren sesaat, ikut-ikutan, atau hanya fokus pada “viral” tanpa fondasi yang kuat. Akibatnya, usaha tidak bertahan, tidak menghasilkan, bahkan menimbulkan kelelahan dan kekecewaan.