Change Management – Adapting To Change and Win The Future
Setiap hari kita menghadapi dan berada dalam perubahan. Baik menyangkut kita pribadi (individu), sebagai team atau organisasi. Baik di dunia kerja, organisasi, sosial dan masyarakat.
Pandemi merubah pola kerja dan belajar, orang jadi tahu dan terbiasa dengan konsep online / daring. Pola belanja orang berbeda, membuat banyak pengusaha kehilangan omset kalah dengan yang jualan online.
Guru menghadapi perubahan menghadapi anak-anak yang lahir dan besar di jaman digital dan internet. Bagaimana kita menghadapi perubahan?
Sharing akan dibawakan oleh Bapak Millian Ikhsan, Change Advisor & Founder Change Resources. Beliau berpengalaman lebih dari 25 tahun, sebagai entrepreneur, professional dan educator.
Di tengah dunia kerja dan bisnis yang makin kompetitif, cepat, dan berbasis teknologi, banyak orang terjebak sekedar “ikut tren”. Dia tidak memahami bagaimana proses nyata di balik logistik, sistem teknologi, dan pengambilan keputusan bisnis berjalan. Keberhasilan perusahaan (baik startup, UMKM, maupun korporasi besar) sangat ditentukan oleh flow yang rapi.
Di era digital yang transparan dan serba cepat, kepercayaan menjadi aset paling berharga bagi organisasi maupun individu, termasuk bagi anak muda Indonesia. Integrated Communications penting karena memastikan pesan yang disampaikan konsisten, autentik, dan selaras antara kata dan tindakan di berbagai pihak dan situasi. Tanpa integrasi, komunikasi sepotong, tidak lengkap dan tidak konsistensi. Hal itu bisa merusak nama baik dan meruntuhkan kepercayaan
Anak muda Indonesia saat ini hidup di tengah tekanan dan persaingan dalam dunia pendidikan, kerja atau usaha. Ketidakpastian ekonomi, perubahan teknologi yang cepat, serta ekpektasi yang selalu juga berubah. Banyak anak muda cerdas dan potensial, tetapi mudah lelah mental, cepat menyerah bahkan kehilangan arah.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berkorelasi negatif dengan kepercayaan diri remaja. Semakin sering menggunakan media sosial, semakin rendah (turun) kepercayaan dirinya.
Perbandingan sosial (social comparison) lewat Instagram memiliki korelasi kuat dengan self-esteem yang rendah pada remaja pengguna aplikasi tersebut.