Bagaimana memimpin bawahan, adalah hal yang sering dipelajari di berbagai seminar,training,dll. Namun bagaimana berhadapan, bersikap, bertindak dan kerja dengan atasan? Apa istilah yang tepat untuk itu dalam bahasa Indonesia? Tidak mudah cari padanan yang tepat karena bisa disalah mengerti. Mengelola atasan? Mengendalikan atasan? Menurut atasan? Dalam bahasa Inggris sering disebut dengan istilah “manage up”.
Banyak orang yang bingung berhadapan dengan atasan. Serba menurut, nanti dianggap tidak punya sikap atau bahkan dicap penjilat. Tapi jika sering berpendapat bahkan adu argumentasi, dianggap susah diatur bahkan pemberontak.
Faktor hubungan dengan atasan menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya hasil (performance) seseorang atau team. Termasuk pemicu orang keluar dan pindah kerja.
Sharing akan dibawakan oleh Ibu Zuriaty Silitonga, Human Capital And General Services PT Astra International Tbk., (Toyota Sales Operation), Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra, dengan pengalaman puluhan tahun di berbagai bidang HR (HC) di Astra Group dan perusahaan lain.
Lulus kuliah adalah awal perjalanan karier. Peluang kerja kini dapat datang dari perusahaan, proyek, dan jaringan profesional di berbagai negara. Namun, bagaimana mempersiapkan diri agar mampu meraih peluang tersebut? Karier global tidak selalu dimulai dengan bekerja di luar negeri. Pengalaman bekerja sama dengan tim lintas budaya, kemampuan berkomunikasi, kemauan belajar, dan keberanian mengambil tanggung jawab dapat menjadi bekal sejak awal karier.
Enam tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Enam tahun adalah cerita tentang keberanian untuk terus bertumbuh, melampaui keterbatasan, menghasilkan karya, dan memberikan dampak bagi sesama. Kami para pengurus, pembicara dan volunteer Auxano sudah mengalami proses itu sejak awal Auxano berdiri di masa pandemi Covid-19
Kita hidup di era perubahan cepat, bahkan eksponensial. Teknologi, AI (Artificial Intelligence), ekonomi, model bisnis, dan cara manusia bekerja berubah semakin cepat dan saling memengaruhi. Kebutuhan jenis pekerjaan terus berubah, kompetensi baru bermunculan, dan ada berbagai peluang bisnis yang tidak terpikirkan sebelumnya. Di tengah perubahan ini, tantangannya bukan sekadar mengikuti perkembangan, tetapi mampu membaca perubahan, beradaptasi, dan menemukan peluang di dalamnya.
Di dunia kerja maupun dunia usaha, kemampuan saja tidak lagi cukup. Tapi perlu ada kesempatan dan untuk itu perlu dipercaya. Banyak orang yang pintar, tetapi tidak semua mendapatkan kesempatan. Mengapa? Karena kesempatan paling sering diberikan kepada orang yang dipercaya. Kepercayaan adalah "mata uang" yang membuka pintu promosi, proyek penting, kepemimpinan, bahkan relasi yang membawa seseorang bertumbuh lebih cepat
Anak muda (termasuk pelajar & mahasiswa) akan memasuki dunia kerja yang sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, digitalisasi, dan perubahan teknologi yang begitu cepat telah mengubah kebutuhan dunia industri. Gelar akademik saja tidak lagi cukup.