Bagaimana memimpin bawahan, adalah hal yang sering dipelajari di berbagai seminar,training,dll. Namun bagaimana berhadapan, bersikap, bertindak dan kerja dengan atasan? Apa istilah yang tepat untuk itu dalam bahasa Indonesia? Tidak mudah cari padanan yang tepat karena bisa disalah mengerti. Mengelola atasan? Mengendalikan atasan? Menurut atasan? Dalam bahasa Inggris sering disebut dengan istilah “manage up”.
Banyak orang yang bingung berhadapan dengan atasan. Serba menurut, nanti dianggap tidak punya sikap atau bahkan dicap penjilat. Tapi jika sering berpendapat bahkan adu argumentasi, dianggap susah diatur bahkan pemberontak.
Faktor hubungan dengan atasan menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya hasil (performance) seseorang atau team. Termasuk pemicu orang keluar dan pindah kerja.
Sharing akan dibawakan oleh Ibu Zuriaty Silitonga, Human Capital And General Services PT Astra International Tbk., (Toyota Sales Operation), Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra, dengan pengalaman puluhan tahun di berbagai bidang HR (HC) di Astra Group dan perusahaan lain.
Di era AI dan perubahan yang begitu cepat, sukses tidak hanya ditentukan oleh IPK atau kemampuan teknis. Karakter yang kuat, kompetensi yang terus berkembang, dan karya yang berdampak menjadi kunci untuk tetap relevan di dunia kerja.
Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi teknologi masa depan. Ada yang berkata bahwa AI bukan sekedar perubahan tapi ”revolusi”. AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan mulai mengubah cara kita belajar, bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, membuat keputusan, hingga mengembangkan usaha. Mereka yang memahami cara memanfaatkan AI akan mampu bekerja lebih cepat, belajar lebih efektif, menghasilkan ide-ide baru, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Di era media sosial, banyak anak muda hidup dalam tekanan untuk terlihat sukses, produktif, dan selalu selangkah lebih maju dari orang lain. Karier, bisnis, jabatan, penghasilan, dan pencapaian sering menjadi ukuran utama keberhasilan. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang terlihat sukses di luar tetapi merasa lelah, kosong, dan kehilangan arah di dalam. Pertanyaannya bukan lagi sekadar "Bagaimana saya bisa sukses?"
Di ruang operasi rumah sakit, ada banyak situasi yang tidak terlihat oleh orang awam. Dokter, perawat, dan seluruh tim medis harus bekerja dengan tenang di tengah suasana yang penuh risiko dan ketidakpastian. Kondisi pasien bisa berubah tiba-tiba. Bagaimana tetap fokus dan tidak panik. Sedikit saja kehilangan fokus atau emosi yang tidak terkendali dapat berdampak besar terhadap keselamatan pasien.
Di tengah dunia yang berubah cepat, banyak orang sibuk menjalani aktivitas tetapi kehilangan arah hidup yang jelas. Banyak anak muda merasa bingung menentukan tujuan, mudah terpengaruh tren, kehilangan semangat, bahkan merasa tidak cukup baik ketika membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Di sisi lain, tekanan ekonomi, perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan persaingan hidup membuat banyak orang hidup sekadar rutinitas dan bertahan.