Seorang anak SMA dari keluarga miskin ingin kuliah. Tapi dia sadar tidak mungkin berharap biaya dari orang tua. Maka dia berusaha keras dari sejak duduk di bangku SMA untuk dapat beasiswa. Akhirnya kelak dia bisa selesai sampai jenjang S3 dengan modal beasiswa.
Lulus dari universitas tidak terkenal dan juga bukan masuk kategori sangat cerdas, karyawan itu tahu diri. Dia harus selalu lebih kerja keras dan terlihat berbeda. Dia rajin dan tekun dibanding umumnya orang-orang. Perlahan-lahan dia dipercaya di jabatan dan tanggung jawab lebih tinggi.
Namun sebaliknya, banyak orang yang hidupnya tidak berkembang, stagnan bahkan merosot karena tidak punya tujuan hidup yang jelas. Baik sebagai pelajar / mahasiswa, karyawan, pengusaha dan sebagainya.
Untuk itu, Yayasan Auxano Indonesia Muda, akan menyelenggarakan training gratis dengan topik “Personal Goal Mindset To Groom Your Capabilities”, pada hari Sabtu, 21 Januari 2023, Pkl 09.30 – 12.00 WIB.
Sharing akan dibawakan oleh Bapak M. Aditya Warman, saat ini menjadi Dewan Pengawas BPJS Tenaga Kerja. Lama berpengalaman menjadi eksekutif di Astra International Tbk. Beliau sering menjadi narasumber atau motivator di berbagai forum.
Training ini GRATIS dan terbuka untuk semua kalangan, khususnya para pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha dan siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan dalam kehidupan.
Di ruang operasi rumah sakit, ada banyak situasi yang tidak terlihat oleh orang awam. Dokter, perawat, dan seluruh tim medis harus bekerja dengan tenang di tengah suasana yang penuh risiko dan ketidakpastian. Kondisi pasien bisa berubah tiba-tiba. Bagaimana tetap fokus dan tidak panik. Sedikit saja kehilangan fokus atau emosi yang tidak terkendali dapat berdampak besar terhadap keselamatan pasien.
Di tengah dunia yang berubah cepat, banyak orang sibuk menjalani aktivitas tetapi kehilangan arah hidup yang jelas. Banyak anak muda merasa bingung menentukan tujuan, mudah terpengaruh tren, kehilangan semangat, bahkan merasa tidak cukup baik ketika membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Di sisi lain, tekanan ekonomi, perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan persaingan hidup membuat banyak orang hidup sekadar rutinitas dan bertahan.
Kisah HP Nokia yang kalah dan hilang dari peredaran menjadi kisah yang dibahas. Anak Gen Z dan Alpha sudah hanya cerita tentang Nokia. Hal yang sama terjadi pada kamera Kodak, teh Sariwangi, 7 Eleven, Jamu Nyonya Meener, dan banyak lain. Kampus yang dulu terkenal dan ramai, sudah makin sepi dan mau tutup. Perubahan itu pasti, teknologi, dunia kerja, dan persaingan bergerak begitu cepat.
Banyak anak muda hari ini hidup dalam berbagai keterbatasan, baik dari sisi ekonomi, akses pendidikan, lingkungan, maupun kesempatan. Situasi ini terjadi di kota, desa, termasuk pelosok Indonesia. Merasa tidak punya modal. Tidak ada “orang dalam”. Bukan paling pintar atau jenius dan sebagainya. Tidak sedikit yang merasa kecil, ragu untuk bermimpi, dan memilih berhenti sebelum mencoba.
Banyak anak muda hari memiliki cita-cita, ide kreatif, dan semangat besar untuk memulai usaha, tapi berhenti di tengah jalan. Banyak faktor penyebab, salah satu tidak tahu bagaimana mengubah “purpose” menjadi bisnis yang berkelanjutan. Ada yang terjebak pada tren sesaat, ikut-ikutan, atau hanya fokus pada “viral” tanpa fondasi yang kuat. Akibatnya, usaha tidak bertahan, tidak menghasilkan, bahkan menimbulkan kelelahan dan kekecewaan.