Sebuah perusahaan memberikan bonus dan tunjangan baru kepada karyawan, namun malah menjadi kontra produktif. Terjadi keresahan di banyak orang. Ada cemburu antar bagian, karyawan merasa diperlakukan tidak adil, dll. Pelaksanaan hal baru tanpa analisa yang lengkap malah menimbulkan persoalan baru.
Perubahan kebijakan dan kegiatan di berbagai organisasi yang diniatkan untuk perbaikan malah menjadi bumerang. Orang-orang yang merasa terabaikan menjadi pasif bahkan mengundurkan diri.
Bagaimana melakukan pendekatan / metoda dalam memahami dan memecahkan masalah yang kompleks? Supaya jangan menyelesaikan satu masalah tapi membuat masalah lain. Termasuk bisa berjalan untuk jangka panjang dan berkesinambungan.
Di tengah dunia kerja dan bisnis yang makin kompetitif, cepat, dan berbasis teknologi, banyak orang terjebak sekedar “ikut tren”. Dia tidak memahami bagaimana proses nyata di balik logistik, sistem teknologi, dan pengambilan keputusan bisnis berjalan. Keberhasilan perusahaan (baik startup, UMKM, maupun korporasi besar) sangat ditentukan oleh flow yang rapi.
Anak muda Indonesia saat ini hidup di tengah tekanan dan persaingan dalam dunia pendidikan, kerja atau usaha. Ketidakpastian ekonomi, perubahan teknologi yang cepat, serta ekpektasi yang selalu juga berubah. Banyak anak muda cerdas dan potensial, tetapi mudah lelah mental, cepat menyerah bahkan kehilangan arah.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berkorelasi negatif dengan kepercayaan diri remaja. Semakin sering menggunakan media sosial, semakin rendah (turun) kepercayaan dirinya.
Perbandingan sosial (social comparison) lewat Instagram memiliki korelasi kuat dengan self-esteem yang rendah pada remaja pengguna aplikasi tersebut.
Di era digital, promosi atau kampanye bukan sekadar posting di media sosial saja. Namun juga bicara tentang membangun komunitas yang hidup, saling dukung, dan punya tujuan bersama. Dalam konteks ini, banyak anak muda yang memiliki potensi besar penggerak perubahan melalui dunia digital.